Katalis Pengolahan Gas
Katalis Penghilang CO
Katalis penghilangan CO terutama bekerja berdasarkan penyerapan reaktan pada katalis dan reaksi kimia permukaan. Dalam reaksi oksidasi CO, CO diserap pada permukaan katalis dan bereaksi dengan molekul oksigen pada permukaan untuk membentuk CO₂ dan air, di antara zat-zat tidak berbahaya lainnya. Efisiensi penghilangan CO ditingkatkan secara signifikan melalui aksi katalis.
Katalis Desulfurisasi / Katalis Penghilang Sulfur
Agen desulfurisasi adalah zat aditif kimia yang digunakan untuk menghilangkan gas SO₂ dan H₂S dari gas buang hasil pembakaran. Selama proses desulfurisasi, agen desulfurisasi bereaksi secara kimia dengan senyawa sulfur, mengubahnya menjadi zat yang tidak berbahaya, sehingga mencapai tujuan pemurnian gas buang.
Agen desulfurisasi banyak digunakan dalam industri seperti batu bara, kimia, dan pembangkit listrik. Agen desulfurisasi berperan penting dalam melindungi lingkungan dan kesehatan manusia, sehingga sangat diperlukan dalam industri ini. Misalnya, dalam proses produksi kimia, metode tertentu dapat menghasilkan sejumlah besar gas berbahaya seperti SO₂. Agen desulfurisasi digunakan untuk menghilangkan gas berbahaya ini, sehingga melindungi lingkungan produksi dan memastikan kesehatan karyawan.
Katalis Penghilang VOC
"Katalis penghilang VOC" atau "Katalis penghilang Senyawa Organik Volatil (VOC)". Ini merujuk pada katalis yang digunakan untuk memfasilitasi reaksi kimia yang menghilangkan senyawa organik volatil dari udara atau emisi industri, yang bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Jenis Katalis Umum:
Katalis VOC terutama mencakup katalis logam mulia dan katalis logam non-mulia.
Katalis Logam Mulia: Termasuk logam mulia seperti platinum dan paladium. Katalis ini memiliki aktivitas katalitik yang tinggi, stabilitas termal, dan ketahanan terhadap keracunan. Namun, biayanya relatif tinggi.
Katalis Logam Non-Mulia: Contohnya termasuk oksida kobalt-mangan dan oksida tembaga-mangan. Dibandingkan dengan katalis logam mulia, katalis logam non-mulia memiliki biaya yang lebih rendah tetapi menunjukkan aktivitas katalitik yang relatif lebih lemah dan ketahanan terhadap keracunan.
Katalis Penghancur Gas Buang Ozon / Katalis Dekomposisi Ozon
Ozon merupakan oksidator kuat dengan potensi oksidasi-reduksi sebesar 2,07 V dalam air, yang kedua setelah fluorin. Kemampuan oksidasinya lebih tinggi daripada klorin dan klorin dioksida. Ozon dapat menghancurkan dinding sel bakteri, cepat berdifusi ke dalam sel, dan berinteraksi langsung dengan bakteri dan virus. Ozon mengganggu polimer molekul besar seperti sel, protein, lipid, dan polisakarida, sehingga mengganggu metabolisme dan reproduksi bakteri. Konsentrasi ozon yang terlalu tinggi dapat berdampak signifikan terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Prinsip kerja katalis dekomposisi ozon didasarkan pada reaksi redoks. Katalis ini biasanya dibuat dengan membentuk satu atau lebih oksida logam. Katalis ini secara efektif menyerap dan mengkatalisis dekomposisi ozon, dengan cepat memecah kelebihan ozon setelah aerasi tanpa menghabiskan energi tambahan. Katalis ini dicirikan oleh efisiensi dekomposisi yang tinggi dan masa pakai yang lama.

Cina













